Perhatian Usia Muda
Perhatian Usia Muda
Oleh Diki Arif
Hidayatullah
Mari
kita awali dengan sebuah pertanyaan, ketika kita mendengar kata “pemuda”
pemahaman apa yang pertama kali terpikirkan dan terbayangkan oleh kita semua?
Ya, mungkin akan ada yang menjawab bahwa pemuda adalah bagian dari usia, ada
yang menjawab usia matang-matanya, ada juga yang menjawab pemuda sebagai
kesemangatan, energi, darah muda, sesuatu yang selalu menggelora dan yang
terpasti adalah bahwa pemuda merupakan suatu harapan yang di nisbatkan sebagai
agen of change atau pembawa perubahan.
Diriwayatkan oleh sahabat
Abdullah Ibnu Abbas RA bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda :
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ
وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفِرَاغَكَ قَبْلَ
شُغْلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
“Manfaatkanlah lima perkara
sebelum kamu kedatangan lima perkara (demi untuk meraih keselamatan dunia
akhirat). Yakni Masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Sehatmu sebelum
datang sakitmu. Masa kayamu sebelum datang faqirmu. Waktu luangmu sebelum waktu
sibukmu. Masa hidupmu sebelum datang kematianmu".
Didalam
dalil diatas, telah nampak begitu jelas begitu pemuda menjadi perhatian yang
khusus ketika kita melihat dari sudut pandang agama, terutama Islam. Di dalam agama
Islam kemuliaan menjadi kunci utama didalam menyikapi segala sesuatu salah
satunya adalah ketika berbicara pemuda, bahkan usia muda sebagaimana
mendapatkan perhatian yang lebih seperti pada hadits di atas. Di dalam kitab
suci Al-Qur’an, yang sebagian besar pun menceritakan penggalan cerita dan kisah
teladan dari umat-umat terdahulu termasuk kisah para pemuda, seperti yang
begitu populer di ceritakan dalam firman Allah di Qur’an surah al-Kahfi yakni
kisah pemuda ashhabul kahfi yang begitu menarik karena mempertahankan keimanan
di tengah situasi kondisi yang begitu mengancam keselamatan jiwa dari kejamnya
penguasa dikala itu.
Melihat pemuda di Indonesia, Indonesia saat ini
sesuai data BPS atau Badan Pusat Statistik pada tahun 2021 tercatat kurang
lebih 272.682.5xx juta penduduk. Jika di prosentasekan dengan perbandingan dan
jangka usia 5 tahun,
maka jumlah terbanyak di usia
20-24 tahun dengan jumlah 22.577.3xx juta jiwa. Jika dilihat dari usia produtif
yang dilansir dari kementerian kesehatan RI yakni diusia 15-64 tahun maka akan
mendapati data sebanyak kurang lebih 71% dari total penduduk di Indonesia. Kita
bagi berdasarkan kecenderungan masyarakat saat menganalisis usia pemuda di usia
20-39 maka akan menemukan jumlah sebanyak 88 juta lebih jiwa. Artinya usia penduduk
dan warga Indonesia saat ini didominasi dengan usia-usia produktif dan didalam
beberapa kajian para ahli maka fenomena ini dikatakan bahwa Indonesia sedang
mengalami bonus demografi.
Saat
kita melihat bagaimana perhatian bangsa dan negara yang kita cintai ini
terhadap para generasi muda telah diberikan wadah yang terbuka seluas-luasnya
untuk dapat memberikan kontribusi positif terhadap bangsa ini, banyak sekali
bahkan cukup mendominasi peran pemuda saat ini yang selalu hadir mengharumkan
nama bangsa, hal tersbut sangat di akui oleh bangsa ini. Satu contoh dapat kita
ambil dari Seorang tokoh
proklamator yakni bung
karno pernah mengatakan “berilah aku 1000 orang tua maka akan aku cabut semeru
dari akarnya. Tapi berilah aku 10 pemuda maka akan aku goncangkan dunia”.
Maka,
mari kita sebagai sesama generasi muda umat dan bangsa, untuk terus bergerak
memberikan yang terbaik bagi umat dan bangsa ini, kita teladani contoh-contoh
yang baik yang kita ketahui, selalu memahamkan kepada diri sendiri bahwa kita
sebagai pemuda adalah harapan yang membawa perubahan dan semoga pada perubahan
yang lebih baik sehingga generasi kita menjadi keemasan yang selalu
diidam-idamkan oleh generasi manapun.

Komentar
Posting Komentar